KONSEP SESAMAKU MANUSIA DALAM LUKAS 10: 25-37

HORBANUS JOSUA SIMANJUNTAK

Abstract


“Siapakah sesamaku manusia?” Pertanyaan seorang ahli Taurat ini dilatarbelakangi oleh adanya pemahamannya tentang “sesamanya manusia” yang hanya terbatas pada orang Yahudi saja. Pemahaman seperti ini akan cenderung membatasi perilaku untuk mengasihi orang lain di luar satu ikatan hubungan tertentu. Bahkan praktek hidup primordial seperti ini dapat merusak kesKata kunci kurang atuan dan persatuan bangsa. Karena itu, diperlukan suatu kajian eksegetis tentang konsep “sesamaku manusia” dalam Lukas 10: 25-37, supaya mendapatkan konsep yang benar tentang sesama manusia. Penulis injil Lukas menunjukkan, konsep “sesama manusia” yang harus dikasihi tidak dibatasi oleh ikatan apapun, bahkan musuh atau yang memusuhipun harus dikasihi, seperti mengasihi diri sendiri. Dengan demikian, diharapkan setiap orang untuk mengasihi sesamanya manusia, seperti dirinya sendiri. Hal ini akan berdampak terhadap harmonisasi hubungan dengan siapa saja, sehingga dapat menjaga keutuhan, kesatuan dan persatuan, seperti satu bangsa.

 


Keywords


Manusia; Sesamaku; Ciptaan; Keutuhan; Mengasihi;

Full Text:

PDF


DOI: https://dx.doi.org/10.36972/jvow.v3i1.38
Abstract view : 577 times | PDF view : 6531 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
Jurnal Voice Of Wesley by Sekolah Tinggi Teologi Wesley Methodist Indonesia is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Alamat Penerbit: Jl. Babakan Madang No. 40, Kec. Babakan Madang, Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Indonesia, Telp. 021-29095255, Fax: 021-29095254